Ini foto-foto istana Pagaruyung sebelum dan setelah terbakar. Waktu kami ke sana memang istana tersebut sudah terbakar sih. Kami memperoleh potret istana yang belum terbakar dari seorang pedagang informal. Satu potret Rp. 5000,-. Terus aku scan dan posting di sini.
Kabarnya kebakaran terjadi karena disambar petir. Penangkal petirnya tidak berfungsi waktu itu. Akhirnya habislah proyek yang kabarnya senilai milyaran rupiah tersebut. Mengapa disebut proyek? Karena dari informasi yang aku peroleh, istana ini adalah replika dari istana yang asli. Aku dapat info juga, celakanya istana ini terbakar kok ya tidak lama setelah kunjungan presiden SBY ke sini.
aduh ini miris banget ngeliatnya... hiks.. ini lagi dibetulin ya?
Aku kok nggak ngelihat tanda-tanda dibetulin ya....... Menurutku ini bangkai eh...sorry rangkanya karena masih kelihatan jelas angusnya. Yang terbakar bahan-bahan lainnya yang mudah terbakar sedangkan rangkanya masih ada karena menggunakan kayu yang keras.
Wah megahnya istananya yach, Mbak Sri...koq bisa kebakaran kenapa, Mbak?
Seperti yang aku ceritakan di atas. Kebakaran ini terjadi karena disambar petir. Waktu itu penangkal petirnya nggak berfungsi... Memang betul sayang banget bisa terbakar kayak gitu....
Iya Mbak setuju cantik banget pemandangannya... msh ada sedikit tersisa yg bisa diliat yach....
Memang masih ada yang tersisa, tapi ini cuma bagian kecil saja. Kalau nggak salah ini bagian lumbungnya. Yang istana utamanya betul-betul terbakar, tinggal rangkanya doang. Sayang ya....
dari wikipedia nih: istana ini adalah replika dari istana sesungguhnya yang di bakar belanda tahun 1804. nah yang replika ini terbakar kembali bulan february 2007. tapi konon kabarnya suntikan dana sudah turun dari JK yang menantu org minang, sama SBY juga udah approve dana dari pusat. semenpadang mau nyumbang semen, kayu kayu juga sudah di siapkan, cuman lagi ngumpulin sisa dana buat beli paku :-)
Kanjeng Sinuhun Pakubumi-nya apa kersa tedhak ing tanah minang... hihihi... gak nyambung. Indonesia tercinta... apa sih yang engga lama.... btw akhir2 ini banyak pasar inpres besar yg terbakar (contoh: pasar Turi Surabaya). Menurutku pasar tradisional jg termasuk aset budaya. Nanti renovasi kembali juga biasanya lamaaa... dan pedagang2 nanti disuruh bayar beli kios baru... ah...nasib aset budaya kita...*sedih*
Menurutku pasar tradisional jg termasuk aset budaya. Nanti renovasi kembali juga biasanya lamaaa... dan pedagang2 nanti disuruh bayar beli kios baru... ah...nasib aset budaya kita...*sedih*
Hampir pasti lebih mahal mbak. Dan hampir pasti juga menurunkan derajat hidup pedagang, yang semula mampu punya kios, setelah kios baru dirasa mahal, mungkin ngga mampu beli, akhirnya dagangnya lesehan kaki lima, kadang diusir ngga boleh dagang karena ngga mampu beli kios. Dalam kasus kebakaran pasar akhir2 ini, masih diselidiki apakah ada unsur kesengajaan/tidak. Selalu dugaan awal adalah korslet listrik. Tapi ada kesaksian bbrp pedagang bahwa ada orang bertopeng hitam yang menuangkan bensin ke kios-kios. Ngga tau deh... yang jelas makin banyak orang jatuh miskin (dagangan habis terbakar)..kasihan...
akhirnya dagangnya lesehan kaki lima, kadang diusir ngga boleh dagang karena ngga mampu beli kios.
Aku juga miris kalau lihat ginian. Coba lihat itu di pasar Minggu, banyak banget dulu pedagang lesehan diusir-usir, jualannya ditendangi, diobrak-abrik. Rasanya pengin nangis gitu ya, melihat orang miskin makin miskin saja, makin banyak masalah....